Melahirkan Cesar 24/02/2020, bayi laki-laki sehat, bb: 2.9 kg, pj : 50 cm.
Alhamdulillah wasyuukurilah atas izin allah saya bisa memilili anak yg sehat dan sempurna, dengan rutin meminum ramuan aquatreat dari bpk juanda, sebelum hamil n selama hamil sampai melahirkan.
Kami sangat berterima kasih kepada bpk juanda dan staf aquatreat Banjarmasin yg selama ini telah banyak membantu kami dan mendampingi kami dalam masa pengobatan.
Kami hampir-hampir putus karena 2 kali gagal hamil, kemudian berdua suami mencari informasi diinternet dan akhirnya kami menemukan informasi tentang aquatreat dan semangat kembali lalu mengikuti seminar di banjarmasin dan mulai terapi pengobatan dengan ramuan herbal aqutreat.
Alhamdulillah sekarang telah hadir di tengah2 keluarga kecil kami putra yg ganteng, lucu dan menggemaskan.
Nama Anak : Azlan Zaydan Hidayat
Nama Ibu : Ayu Erva yulianto
Nama Ayah : Syuhada
Alamat : Perum karang anyar asri. Desa karang anyar. Kec. Jati agung lampung selatan
Kasus : anak ke-1 lahir dan pada usia 5 hari meninggal dunia..,
Hasil lab I :
Toxo IgG :(+)5.4
CMV IgG : (+)645.4
Hasil lab II :
Toxo IgG : (+)3.5
CMV IgG : (+)7.9
Tgl lahir : 21/10/2019 Jenis kelamin : Laki-Laki
BB : 2,860kg
TB : 45 cm
Alhamdulillah terimakasih ya Allah dan Terimakasih pak Ir. Juanda dan semua staf AQTI Lampung yg telah mempasilitasi keberhasilan kami smg Allah mencatat sbg amal ibadah. Aamiin.🙏🏻
Buah hati menjadi hal yang didamba bagi tiap pasangan suami istri (pasutri). Sayangnya, beberapa orang sulit memiliki momongan. Salah satu penyebabnya adalah adanya infeksi TORCH dalam tubuh.
Hal inilah yang sempat dialami, pasutri Dr. Budi Ilham Maliki.S.Pd.,MM.,M.Si.,MCE, dan Nely Nuryana,S.Si.,MM.,Apt.
Memiliki buah hati memang menjadi impian semua keluarga, tapi tidak semua pasangan dengan mudah mendapatkan keturunan. Hak tersebut juga dialami Dr Budi Ilham Maliki.S.Pd.,MM.,M.Si.,MCE.
Semula Budi Ilham optimis bakal segera diberikan momongan. Apalagi beberapa bulan setelah pernikahan, istri tercinta positif hamil. Ssyangnya memasuki bula. Ketiga kehamilan istrinya tidak berkembang. Hal tersebut tentu membuat Budi Ilham terpukul.
“Kami pun tidak percaya begitu saja yang dikatakn dokter anak tempat merawat kehamilan istri. Kami pun mencoba periksa ke dokter lain. Hasilnya sama, ya.akhirnya saya pasrah menerima kenyatan pahit ini,” ungkap Budi Ilham.
Tidak mau gagal kedua kali kami mencari cara untuk program kehamilan yang Baik. Segala upaya di lakukan oleh Budi Ilham dengan mendatangi Rumah sakit Besar serta dokter-dokter spesialis Kandungan terbaik di Kota Bandung bahkan yang memiliki gelar Guru Besar atau Profesor Lulusan dari Universitas ternama di Luar Negri. Semua Waktu disiapkan untuk itu, Bahkan sampai harus Ke Luar Negeri demi mendapat Waktu konsultasi yang Representatif. Setengah milyar sudah kami keluarkan kocek untuk mengetahui penyebab kegagalan kehamilan tadi.
“Hasil Pemeriksaan Laboratorium saya dan istri saya dinyatakan terkena CMV (Cyto Megalo Virus) dengan (IgM negatif, IgG positif) hal ini menandakan pernah terinfeksi (lebih dari 1 tahun lalu) yang mana umumnya tidak memerlukan terapi dan bila hasil tersebut merupakan pemeriksaan terbaru, kondisi ini aman untuk menjalankan program hamil.” ujar Budi Ilham.
Akhirnya tahun 2012, istrinya kembali hamil, untuk menjaga agar kehamilan istrinya bisa sehat. Segala upaya dilakukan Budi Ilham, tapi Tuhan berkhendal lain. Janinnya kembali tidak berkembang, lagi-lagi kekecewaanpun menerpa pasangan muda ini.
Ditengah kegaulan dan kepasrahan nya untuk bisa memiliki anak, ia mendapat
Informasi Pengobatan H.Juanda
Pada awal tahun 2014 Budi Ikham melihat tayangan di salah satu Televisi Lokal di jawa Barat tentang penanganan penyakit TORC yang salah satunya adalah CMV.
“Profesi istri saya seorang apoteker yang dia sangat Faham tentang fungsi Obat dan manfaatnya, sempat tidak yakin dan tidak percaya diri untuk mengikuti therapy Aquathreat. Akhirnya kami mengikuti seminar yang di selenggarakan di salah satu hotel di Cirebon. Akhirnya saya dan istri saya mengikuti anjuran dan saran yang diberikan. 6 bulan kami therapy dan melihat fakta hasil Lab nya menunjukan penurunan yang sangat signifikan sehingga istri saya di perkenankan untuk program kehamilan. Tetapi diikuti dengan therapy aquathreat yang terus di jalani. ” Jelas Budi panjang lebar.
Di akhir tahun 2014 sang istri kembali menyampaikan berita kehamilannya, informasi ini sudah tidak menjadi kabar Gembira karena efek atau dampak trauma di dua kali kegagalan kehamilan. Budi Ilham pun melakukan kontrol kehamilan sebagaimana biasa seperti kehamilan sebelumnya. Ia telah siap dengan segala informasi yang di berikan dokter. Dibulan pertama dinyatakan sehat dan Normal. Dibulan kedua pun sama, dibulan ketiga kami mendengar detak jantung si bayi, rasa bahagia bercampur bingung dan khawatir. Kami sudah tidak memilih dokter mana yang terbaik, kami hanya mendatangi dokter obgin di pinggiran kota yang tidak populer dengan bahasa yang santun dan informasi yang disampaikan “ kehamilan ibu (Istri saya) Bagus dan sehat.” Kondisi ini bahkan sampai bulan ke 8, Dibulan ke 9 dokter sudah memprediksikan kelahirannya dan memberikan saran terbaik cara Kelahirannya.
Akhirnya anak pertama yang didambakannya lahir pada tanggak 1 Agustus 2015 dengan diberi nama Mirunneza Maalik Ogani.
Kemudian berturut-turut lahir anak kedua Pada 8 Mei 2017.
“Fakta yang telah kami lalui, Siapapun yang mengalami Kesulitan Kehamilan atau kegagalan Kehamilan, saya rekomendasikan untuk datang ke Ir. H Juanda, insya Allah maslaah kehamilan bisa diatai. Dan saya sebagai saksi hidupnya,” pungkas Budi Ilham Maliki.
HAMPIR PUTUS ASA, 7X KEGUGURAN: ALHAMDULILLAH SEMBUH DENGAN AQUATREAT THERAPY.
®®®====®®®
Pasien Madiun
Nama ortu : Rina setyaningsih
HP / WA. : 085748622xxx
Nama anak:Faiz Satriya tri darma
Jenis kelamin : laki laki
Tgl. lahir : Madiun 14 nop 2019
Berat badan/tinggi : 3200gram / 50 CM
Riwayat Keluhan :
– setelah mengalami sampai 7x saya keguguran dan hampir putus asa, saya dan suami melihat tayangan tv lokal, melihat tayangan tentang Torch, yg awam dipikir kami , yg sy tau dr penjelasan narasumber, akibatnya seperti yg sy alami, kami memutuskan utk ikut seminar, dimadiun yg terdekat dgn kediaman kami, dan akhirnya ikut program pengobatan selama 6 bln, setahun kemudian sy hamil dan trs minum obat dr bpk Juanda, Alhamdulilah lahir sehat sempurna,
SUDAH menjadi kewajiban bagi Pasien Aquatreat Therapy Indonesia, mesti mengikuti Seminar. Sebelum dilakukan penanganan dan pengobatan di tempat praktek-nya di Kantor Pusat di Bogor Jawa Barat dan 29 Kantor Cabang di seluruh Indonesia.
Namun karena adanya larangan dari Pemerintah untuk “memutus rantai” penyebaran Virus Covid-19.
Dengan mematuhi anjuran pemerintah tersebut, maka H. Juanda seorang Ahli Penanganan Kehamilan, melalui Pengobatan Herbal. Yang biasanya menggelar Seminar secara bertatap muka langsung, untuk Seminar Sabtu, 10 April 2020 dilakukan secara Virtual melalui Sosial Media.
“Untuk menjawab keinginan Calon Pasien dan Pasien yang tengah melakukan terapi. Kami tetap menggelar Seminar. Hanya saja tidak bisa bertatap muka langsung, tapi melalui Sosial Media khususnya Facebook,” ujar H. Juanda, saat dihubungi via ponselnya Jumat (10/4/2020).
Dengan Seminar dengan cara Virtual melalui Sosial Media, diharapkan bisa menjawab penasaran masyarakat yang ingin melakukan Pengobatan Soal Kehamilan.
“Seminar kami selenggarakan setiap Sabtu mulai pukul 10.00 hingga selesai. Melalui Instagram : @aquatreattherapy.id dan https://www.facebook.com/spesiali.
torch.5,” jelas H. Juanda.
H. Juanda mengatakan, pihaknya memang mewajibkan setiap pasangan yang ingin melakukan terapi dan pengobatan di Aquatret Therapy Indonesia.
“Karena dengan mengikuti Seminar, calon pasien memahami dulu penyebab ketidakhamilan pasangannya. Juga memahami apa itu TORCH, yang bisa membuat ketidakhamilan,” ujar H. Juanda.
Dalam Seminar sehari tersebt H. Juanda akan memaparkan apa itu TORCH, setelah paham pasien diminta untuk untuk melakukan Uji Laboratorium, Uji Toxoplasmosis IGG dan IGM, Rubella IGG dan IGM, CMV IGG dan IGM juga Herves IGG dan IGM. Sebab dari hasil uji Laboraturium akan terlihat, bisa jadi Toxoplasmosis Negatif, maka kemungkinan adanya Virus Rubella, CMV dan Herves.
“Dalam pengobatan ini saya tidak akan langsung menjejalkan obat-obatan, melainkan Seminar. Sebab saya tidak akan memberikan obat tanpa Seminar terlebih dahulu. Maksudnya agar mereka memahami apa TORCH itu, setelah paham betul, barulah saya berikan Ramuan Herbal Aquatreat Therapy,” pungkas H. Juanda. (Buyil).
Jakarta, Trenz Edutainment I Berdasarkan pengalaman yang dilakoni sekitar 20 tahun yang silam, Ir. H. A. Juanda melahirkan formula obat herbal untuk mengatasi Toxoplasmosis, Rubella, CMV, dan Herves (TORCH) yang menjadi penyebab pasutri (pasangan suami istri) susah mempunyai anak. Namun demikian, Juanda menceritakan, karena pemahaman masyarakat relative masih sangat rendah, ramuan herbal buatannya tak dijual secara bebas. “Saya lewat seminar sehari mengawali dengan mengedukasi buat calon pasien. Setidaknya mereka mengerti dahulu apa yang menjadi permasalahannya,” ujar Juanda kepada Trenzindonesia.com lewat WhatsApp-video call, Kamis (9/4) siang lalu.
Ir. H. A Juanda Spesialis Pengobatan TORCH.
Adanya wabah pandemik Coronavirus (Covid-19), pihak Aquatreat therapy Indonesia mengikut anjuran pemerintah #WorkFromHome dan #DirumahAja tak menggelar seminar tentang TORCH. Namun demikian, demi tak terputus kontak dengan pasien dan calon pasien, Juanda mengungkapkan, menempuh cara live streaming melalui Facebook dan IG setiap hari Sabtu jam 10.00 WIB. “Pilihan ini dilakukan supaya pasien dan calon pasien tetap bisa berkomunikasi tentang TORCH,” ujarnya yang pernah mendapat penghargaan The Asean Most Dedicated Award, tahun 2002 ini.
Meskipun terbanyak pasien permasalahan susahnya memperoleh keturunan, tak menutup pasien keluhan pada penglihatan mata akibat TORCH. Untuk itu, Juanda mengungkapkan pasien Hazrina Syahdan yang mengalami Papilitis Optic Neuritis. “Alhamdulillah Hazrina kini tak lagi dihantui ketakutan dengan matanya. Hazrina bisa menyelesaikan S1 dan kini lagi mengisi kegiatan menghafal Al Qur’an,” kata Juanda sambil memberikan nomor telepon Hazrina, putri dari bapak H. Abdullah dan Ibu Hj. Eti Djulaeha ini.
Berikut ini, pengakuan Hazrina Syahdan kepada Trenzindonesia.com lewat whatsApp-Voice, Kamis (9/4) malam lalu.
Jadi pertama kali sakit itu kelas 5 SD mau naik ke kelas 6 sekitar tahun 2005, awalnya malam sebelum sekolah demam tinggi cuma paginya sudah turun panasnya jadi saya putuskan tetap sekolah. Disekolah ada pelajaran komputer saat itu dan mulai ngerasa aneh penglihatannya tiba tiba jadi abu-abu saya lihat monitor komputer saat itu padahal harusnya putih, sempet bertanya sama teman tapi teman saya bilang warnanya putih.
Saya kembali coba lihat lantai tapi tetep menurut saya itu abu-abu padahal saya tahu kalo itu putih.
Setelah makan siang disekolah, ada shalat dzuhur berjamaah, disini saya ngerasa kepala sama sakit banget pas ruku dan sujud rasanya mata seperti ingin keluar dan sakit banget. Sorenya pas pulang sekolah cerita ke orang tua kalo kepala saya sakit sampe mata mau keluar rasanya tapi merek lihat mata saya normal putih dah hitam tidak merah seperti orang sakit mata pada umumnya, saya diberi obat pusing dan demam waktu itu dan istirahat.
Besoknya saya tetap sekolah seperti biasa, tapi sakitnya makin luar biasa sampai saya izin minta pulang sama guru disekolah karna rasanya sudah benar-benar sakit. Sampai dirumah saya bilang ke orang tua kalo penglihatan saya makin aneh sudah bukan abu-abu lagi tapi benar-benar menuju silver seperti ada asap atau kabut pada penglihatan saya, sudah susah melihat saya lupa waktu itu mata kanan atau kiri saya yang sakit tapi satu mata ini susah melihat beda dengan yang satu lagi masih normal melihatnya.
Saya berjalan harus dituntun dan pelan-pelan agar tidak ada gunjangan karna sakit sekali kalo terguncang. Siang itu saya dibawa ke klinik mata dan diperiksa dokter, namun dokter tersebut menyarankan untuk CT Scan dirumah sakit rujukan dokter tersebut karna beliau praktek disana. Sore hari itu juga sesuai janji dengan dokter tersebut saya dibawa oleh orang tua saya untuk CT Scan katanya menurut beliau saya “pendarahan di otak”.
Setelah hasil CT Scan keluar sebenarnya tidak ada apa apa dikepala saya namun dokter tersebut memaksa agar saya di opname dan segera tindakan pembedahan, orang tua saya kaget saat itu dan meminta penjelasan yang lebih terkait hal tersebut namun dokternya hanya memaksa agar saya di opname. Orang tua saya segera membawa saya pulang karna merasa ada yang tidak benar dengan si dokter.
Hari ketiga saya sakit, orang tua sudah sibuk browsing mencari rumah sakit dan dokter yang sekiranya dapat membantu saya. Diputuskan ke RS mata AINI. Pagi itu saya diperiksa dan bertemu dokter, lupa namanya tapi dokter tersebut menyarankan untuk bertemu dengan dr. Tanzil, sorenya saya bertemu beliau saya ceritakan apa yang saya alami dan dokter langsung menyuruh untuk foto mata. Hasil foto mata keluar dan terlihat seperti saraf mata saya bengkak dan berdarah.
Hari itu juga dokter putuskan untuk rawat inap karna jika tidak akan jadi buta permanen. Penyakit ini disebut “papilitis optic neuritis” adalah gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (saraf optik).
Saya pun menjalani rawat inap selama 5 hari karna harus suntik setiap pagi, suntik ini untuk membangunkan saraf saraf yang tidur dan mengobati saraf yang bengkak dan berdarah.
Setelah 5 hari saya diharuskan pulang walaupun belum sembuh total, penglihatan saya belom sepenuhnya pulih. Namun, rangkaian pengobatan memang hanya sampai di hari ke-5 saja selebihnya sama bedrest dirumah selama 2 minggu dan minum obat yang diresepkan dokter.
Papilitis optic neuritis ini kambuh hingga 5 kali, hampir setiap tahun kambuh. Kambuh terakhir kali dokter meminta saya untuk MRI ingin lihat sebenarnya ada apa dan hasilnya bagus semuanya. Setelah hasil MRI keluar, dr. Tanzil yang menangani saya menyerah merawat saya sudah bingung katanya karna saya sering sekali kambuh. Padahal dosis obat suntik sudah di naikan yang sebelumnya saat saya kambuh ke 2 dan ke 3 kali hanya 1 kali sehari suntik dipagi hari namun saat saya kambuh ke 4 dan ke 5 ini dosis ditinggikan dan saya suntik per 10 jam sekali selama 5 hari rawat inap.
Dengan berat hati dr. Tanzil menyuruh saya untuk dirawat dirumah dan tidak perlu datang lagi ke RS mata AINI karena dokter benar-benar sudah tidak tahu harus menangani saya dengan cara apa lagi.
Akhirnya saya dibawa pulang dan dirawat dirumah dalam kondisi mata saya masih buram dan sakit.
Keesokan hari, saya segera dibawa ke RSPP untuk bertemu dengan dokter ahli saraf dengan membawa hasil MRI sebelumnya, dokter langsung menyarankan saya untuk cek darah keseluruhan dan setelah hasil tes keluar toxoplasma IGg saya sebesar 1600 sekian saya lupa persisnya berapa dan dokter tsb menyarankan orang tua saya untuk membawa saya ke RSPI bertemu dengan dr. Soehendro spesialis penyakit dalam tropis.
Sorenya saya dibawa ke RSPI untuk menemui dr. Soehendro dengan membawa hasil lab. Seteleh bertemu saya diberi obat isoprinosine dan dokter menyarankan untuk kembali setiap 1 bulan sekali dan rutin mengkonsumsi obat tersebut.
Setelah hampir 1 tahun saya bulak balik ke RSPI dengan meminum obat yang sama dan cek darah setiap bulannya toxo IGg saya mulai turun perlahan tapi dokter menyarakan untuk meminum obat tsb seumur hidup saya.
Keluarga tidak putus ikhtiar agar saya sehat dan benar benar pulih. Sampai akhirnya Allah SWT memberikan jalan lewat acara televise, dimana Ir. H. Juanda sedang membicarakan TORCH dan herbal.
Saya ingat betul, saya langsung dibawa ke bandung pagi itu karna ada seminarnya pak Juanda, sampai disana saya bertemu bapak dan menjelaskan apa yang saya alami. Alhamdulillah saya konsumsi herbal ini sejak saya SMP kelas 3 tahun 2009 akhir kalau tidak salah saya sudah tidak minum obat resep dari dr. Soehendro karna ingin ikhtiar dengan herbal ini.
Saat saya kuliah ditahun pertama (2013) saya sempat terkena rubella karna imunitas saya sedang lemah dan saat itu sempat sudah tidak konsumsi herbal beberapa bulan, alhamdulillah saya konsumsi kembali herbal pak Juanda sampai saat ini umur saya sudah 24 tahun (2020), saya konsumsi herbal ini dan sehat tidak pernah kambuh papilitis optic neuritis saya alhamdulillah saya bisa melihat kembali.
Setelah menjalani pengobatan herbal Pak Juanda ini, Alhamdulillah Allah kasih kesehatan lewat herbal ini, luar biasa bersyukur bisa melihat lagi dan nggak kambuh penyakitnya. Yang paling seneng akhirnya bisa makan makanan yang dilarang sama dokter selama proses pengobatan dan bisa olahraga sekarang karena sebelumnya dokter melarang untuk olahraga karena tidak boleh ada guncangan di mata.
Semoga dari cerita pengalaman aku ini bisa membantu lebih banyak orang yang sama strugglenya seperti orang tuaku dan aku dulu, tetap semangat dan gak putus asa dalam menjalani ikhtiar demi kesembuhan, insya Allah sama beruntungnya sama aku yang bisa melihat lagi seperti sekarang.
Tetap ikhtiar untuk pengobatan dengan apapun dilakukan dan alhamdulillah ketemu dengan herbal pak Juanda ini bisa benar-benar stop konsumsi obat dari dokter. Tapi sampai sekarang saya masih tetap mengkonsumsi herbal pak Juanda walaupun sudah nggak kambuh hanya untuk pencegahan saja.
Alkamdulillah,rasa syukur kami (aku & suami) atas rezeki anak yg Allah percayakan pada kami. Davina namanya, anak keempat kami (iya, anak pertama & kedua dan ketiga kami sudah terlebih dahulu Allah tempatkan di syurga terbaikNya).
Bagi sdr/sdri yg kini sedang menunggu buah hati dlm perkawinan, bersabarlah… teruslah meminta hanya kepadaNya dan jgn pernah berputus asa untuk ttp ikhtiar.
Juni 2009 Alkamdulillah ak dinyatakan hamil.Bahagia? tentu pasti…tp Allah punya kehendak lain. 2009 desember akhir bayiku lahir dlam keadaan prematur. Hancur hatiku dan suami saat dokter mengatakan bayiku sudah meninggal, hancur rasa hati ini di kala itu.
Allah Maha Baik aku bisa bangkit kembali, kemudian setahun kami memutuskan untuk program hamil lagi, tetapi allah lebih sayang terhadap janinku di usianya baru 6 bulan saya mengalami keguguran.
Dan seterusnya jarak satu tabun kami memutuskan untuk program hamil lagi karena tugas manusia hanyalah berusaha, masalah hasil kita serahkan kepada allah, dan allah pun masih sayang terhadap janinku di usia kandunganku yg sudah 9 bulan saya melahirkan tetapi bayiku meninggal lagi, hancur sedih marah tasa hati ini.
Setelah hampir dua tahun saya dan suami ketemu dengan klinik aquatret bpk juanda. Saya dan suami memutuskan ntuk berobat kepada beliau. Dan saya di nyatakan terkena virus tokso.
Dan alhamdulillah setelah 4 bulan menjalani terapi saya dinyatakan bebas dari virus dan di bolehkan hamil.
Syukur alhamdulillah saya hamil dan pas di tgl 21 desember 2016 putri kami lahir dengan sehat.
Percayalah…Tuhan sll memberikan apapun yg terbaik, berprasangkalah yg baik & jgn pernah berputus asa. Apa yg kalian alami saat ini, sekalipun berat jalani dg sabar & nriman… InshaAllah, akn ad balasan yg terbaik pula.
NB : Terimakasih teruntuk suamiku ,keluarga besar, kawan2 & para medis RS maupun terapis herbal Aquatreat TORCH Ir.H Juanda atas dukungan & supportnya agar ttp berikhtiar dg jalan yg baik kpd Allah.
Pertama kali sakit itu kelas 5 SD mau naik ke kelas 6 tahun 2005, awalnya malam sebelum sekolah demam tinggi cuma paginya sudah turun panasnya jadi syaa putuskan tetap sekolah. Disekolah ada pelajaran komputer saat itu dan mulai ngerasa aneh penglihatannya tiba tiba jadi abu abu saya liat monitor komputer saat itu padahal harusnya putih, sempet nanya sama temen tapi temen saya bilang warnanya putih
Nama Ibu : Reni Elvina Syari Nasution
Nama Ayah : Andri Asmoro Surbakti
Alamat : Jl. Mesjid, Desa Sekip, Lubuk Pakam, SUMUT
Mulai berobat : 2019 Juni
Hasil lab I :
Toxo IgG : 299
Rubella IgG : 145
CMV IgG : 24 1 IgG : –
Kasus : Sudah 4 tahun Menikah tetapi tidak bisa hamil.
Setelah pengobatan 2 bulan positif hamil dan akhirnya lahir anak pertama tahun 2020
Jenis kelamin : laki laki
BB : 2.3 kg
TB : 45 cm
Anak saya tersebut lahir dlm keadaan normal dan sehat wal afiat
Alhamdulillah ya Allah terima kasih atas nikmat dan karunia mu kepada kami yg telah meanugrahkan anak yg berjenis kelamin laki2.
Terima kasih juga saya ucapkan kpd Bapak Ir. Juanda dan semua staff di Medan yg telah mensupport serta memfasilitasi keberhasilan kami semoga Allah memberikan anugrah kpd kita semua…Amin Ya Rabbal Alamin…