Wednesday, June 3

Hazrina Syahdan: Gangguan Mata Akibat Torch (Papilitis Optic Neuritis), Alhamdulillah Sembuh Dengan Aquatreat Therapy.

2020 Testimoni TORCH Hazrina SyahdanPertama kali sakit itu kelas 5 SD mau naik ke kelas 6 tahun 2005, awalnya malam sebelum sekolah demam tinggi cuma paginya sudah turun panasnya jadi syaa putuskan tetap sekolah. Disekolah ada pelajaran komputer saat itu dan mulai ngerasa aneh penglihatannya tiba tiba jadi abu abu saya liat monitor komputer saat itu padahal harusnya putih, sempet nanya sama temen tapi temen saya bilang warnanya putih

Saya kembali coba lihat lantai tapi tetep menurut saya itu abu abu padahal saya tau kalo itu putih.

Setelah makan siang disekolah, ada shalat dzuhur berjamaah, disini saya ngerasa kepala sama sakit banget pas ruku’ dan sujud rasanya mata seperti ingin keluar dan sakit banget. Sorenya pas pulang sekolah cerita ke orang tua kalo kepala saya sakit sampe mata mau keluar rasanya tapi merek lihat mata saya normal putih dah hitam tidak merah seperti orang sakit mata pada umumnya, saya diberi obat pusing dan demam waktu itu dan istirahat.

Besoknya saya tetap sekolah seperti biasa, tapi sakitnya makin luar biasa sampe saya izin minta pulang sama guru disekolah karna rasanya sudah benar benar sakit. Sampe dirumah saya bilang ke orang tua kalo penglihatan saya makin aneh udah bukan abu abu lagi tapi benar benar menuju silver seperti ada asap atau kabut pada penglihatan saya, sudah susah melihat saya lupa waktu itu mata kanan atau kiri saya yang sakit tapi satu mata ini susah melihat beda dengan yang satu lagi masih normal melihatnya. Saya berjalan harus dituntun dan pelan pelan agar tidak ada gunjangan karna sakit sekali kalo terguncang. Siang itu saya dibawa ke klinik mata dan diperiksa dokter, namun dokter tersebut menyarankan untuk ct scan dirumah sakit rujukan dokter tersebut karna beliau praktek disana. Sore hari itu juga sesuai janji dengan dokter tersebut saya dibawa oleh orang tua saya untuk ct scan katanya menurut beliau saya “pendarahan di otak”

Setelah hasil ct scan keluar sebenarnya tidak ada apa apa dikepala saya namun dokter tsb memaksa agar saya di opname dan segera tindakan pembedahan, orang tua saya kaget saat itu dan meminta penjelasan yang lebih terkait hal tersebut namun dokternya hanya memaksa agar saya di opname. Orang tua saya segera membawa saya pulang karna merasa ada yang tidak benar dengan si dokter

Hari ketiga saya sakit, orang tua sudah sibuk browsing mencari rumah sakit dan dokter yang sekiranya dapat membantu saya. Diputuskan ke rs mata aini. Pagi itu saya diperiksa dan bertemu dokter, lupa namanya tapi dokter tsb menyarankan untuk bertemu dengan dokter tanzil, sorenya saya bertemu beliau saya ceritakan apa yang saya alami dan dokter langsung menyuruh untuk foto mata. Hasil foto mata keluar dan terlihat seperti saraf mata saya bengkak dan berdarah

Hari itu juga dokter putuskan untuk rawat inap karna jika tidak akan jadi buta permanen. Penyakit ini disebut “papilitis optic neuritis” adalah gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (saraf optik).

Saya di rawat inap selama  5 hari karna harus suntik setiap pagi, suntik ini untuk membangunkan saraf saraf yang tidur dan mengobati saraf yang bengkak dan berdarah.

Setelah 5 hari saya diharuskan pulang walaupun belum sembuh total, penglihatan saya belom sepenuhnya pulih. Namun, rangkaian pengobatan memang hanya sampai di hari ke-5 saja selebihnya sama bedrest dirumah selama 2 minggu dan minum obat yang diresepkan dokter.

Papilitis optic neuritis ini kambuh hingga 5x, hampir setiap tahun kambuh. Kambuh terakhir kali dokter meminta saya untuk MRI ingin lihat sebenarnya ada apa dan hasilnya bagus semuanya. Setelah hasil MRI keluar,  dokter tanzil yang menangani saya menyerah merawat saya sudah bingung katanya karna saya sering sekali kambuh. Padahal dosis obat suntik sudah di naikan yang sebelum nya saat saya kambuh ke 2 dan ke 3 kali hanya 1x sehari suntik dipagi hari namun saat saya kambuh ke 4 dan ke 5 ini dosis ditinggikan dan saya suntik per 10 jam sekali selama 5 hari rawat inap.

Dengan berat hati dokter tanzil menyuruh saya untuk dirawat dirumah dan tidak perlu datang lagi ke rs mata aini karna dokter benar benar sudah tidak tau harus menangani saya dengan cara apa lagi.

Akhirnya saya dibawa pulang dan dirawat dirumah dalam kondisi mata saya masih buram dan sakit.

Esoknya saya segera dibawa ke RSPP untuk bertemu dengan dokter ahli saraf dengan membawa hasil MRI sebelumnya, dokter langsung menyarankan saya untuk cek darah keseluruhan dan setelah hasil tes keluar toxoplasma IGg saya sebesar 1600 sekian saya lupa persisnya berapa dan dokter tsb menyarankan orang tua saya untuk membawa saya ke RSPI bertemu dengan dokter soehendro spesialis penyakit dalam tropis.

Sorenya saya dibawa ke RSPI untuk menemui dokter soehendro dengan membawa hasil lab. Seteleh bertemu saya diberi obat isoprinosine dan dokter menyarankan untuk kembali setiap 1 bulan sekali dan rutin mengkonsumsi obat tsb.

Setelah hampir 1 tahun saya bulak balik ke RSPI dengan meminum obat yang sama dan cek darah setiap bulannya toxo IGg saya mulai turun perlahan tapi dokter menyarakan untuk meminum obat tsb seumur hidup saya.

Keluarga tidak putus ikhtiar agar saya sehat dan benar benar pulih, Allah SWT memberikan jalan kembali lewat acara tv, ada pak Ir. H.juanda sedang membicarakan TORCH dan herbal

Saya ingat saya langsung dibawa ke bandung pagi itu karna ada seminar bapak, sampai disana saya bertemu bapak dan menjelaskan apa yang saya alami. Alhamdulillah saya konsumsi herbal ini sejak saya SMP kelas 3 tahun 2009 akhir kalau tidak salah saya sudah tidak minum obat resep dari dokter soehendro karna ingin ikhtiar dengan herbal ini

Saat saya kuliah ditahun pertama (2013) saya sempat terkena rubella karna imunitas saya sedang lemah dan saat itu sempat sudah tidak konsumsi herbal beberapa bulan, alhamdulillah saya konsumsi kembali herbal pak juanda sampai saat ini umur saya sudah 24 tahun (2020)  saya konsum si herbal ini dan sehat tidak pernah kambuh papilitis optic neuritis saya alhamdulillah saya bisa melihat kembali.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by